Penangkal Petir Konvensional

Penangkal petir konvensional adalah penangkal petir yang paling umum dikenal masyarakat karena banyak terpasang di rumah/gedung bertingkat.

Perangkat ini terdiri dari 3 bagian :

1. Batang Penangkal Petir atau Splitzen

Batang penangkal petir atau splitzen atau bahasa awamnya ‘tombak’ adalah batang yang sengaja ‘dikorbankan’ untuk menerima sambaran petir. Karena disiapkan untuk menerima sambaran petir, maka batang ini harus terbuat dari bahan yang kuat, anti karat dan bersifat sebagai konduktor (penghantar listrik) yang baik, seperti: tembaga atau stainless steel.

Ujung batang ini sengaja dibuat runcing karena muatan listrik mudah berkumpul dan lepas pada ujung logam yang runcing, sehingga akan memperlancar proses tarik menarik muatan listrik yang ada di awan.

petir3-572512786723bd8b131cc763.jpg

2. Kabel Konduktor

Kabel ini berfungsi untuk mengalirkan atau meneruskan aliran listrik akibat petir dari ujung batang penangkal petir atau splitzen ke dalam tanah. Kabel ini terbuat dari tembaga sebagai penghantar listrik yang sangat baik.

petir4-572512a6177b619207d87582.jpg

3. Tempat Pembumian atau Grounding

Grounding ini merupakan tempat pembuangan akhir dari petir yang diterima dari splitzen dan merambat melalui kabel konduktor. Grounding ini berupa batang dari tembaga dengan panjang antara 2 – 3 m yang ditanam ke dalam tanah.

petir5-572512b6d99373350ee1e1d4.jpg

Cara Kerja

Pada saat muatan listrik negatif di bagian bawah awan sudah cukup banyak, maka muatan listrik positif di tanah (bumi) akan segera tertarik ke atas. Muatan listrik itu kemudian merambat naik melalui kabel konduktor menuju ke ujung batang penangkal petir (splitzen). Pada saat muatan listrik negatif berada cukup dekat di atas atap, daya tarik menarik antara kedua muatan semakin kuat, muatan positif di ujung-ujung penangkal petir tertarik ke arah muatan negatif. Pertemuan kedua muatan menghasilkan aliran listrik.

Aliran listrik itu akan mengalir ke dalam tanah melalui kabel konduktor sehingga sambaran petir tidak merusak bangunan/gedung. Tetapi sambaran petir masih dapat merambat ke dalam bangunan melalui kabel jaringan listrik dan dapat merusak alat-alat elektronik di dalam bangunan yang terhubung ke jaringan listrik itu. Selain itu juga dapat menyebabkan kebakaran atau ledakan. Untuk mencegah kerusakan akibat jaringan listrik tersambar petir, biasanya di dalam bangunan dipasangi alat penangkal petir internal yang disebut penstabil arus listrik (surge arrestor).

Sistem penangkal petir konvensional bisa dianggap bersifat pasif karena hanya ‘menunggu’ disambar petir baru kemudian menyalurkan energi yang diterimanya ke dalam tanah.

Kelebihan sistem konvensional :

  • Harganya murah
  • Instalasinya cepat dan mudah
  • Cocok untuk perlindungan rumah tinggal

Kekurangan sistem konvensional :

  • Pemakaian splitzen yang berlebihan dapat merusak estetika bangunan
  • Tidak cocok untuk daerah dengan frekuensi petir yang cukup tinggi
  • Karena instalasi kabel tunggal, maka dibutuhkan kualitas kabel konduktor yang bagus
  • Tidak cocok untuk perlindungan kawasan yang luas, seperti : kawasan industri, perkebunan, stadion olah raga, dll