Cara Kerja Penangkal Petir

Gemuruh petir yang biasanya terdengar kala cuaca sedang mendung merupakan salah satu fenomena alam yang menghantarkan muatan listrik menuju bumi tanpa kendali sehingga dapat mengakibatkan kerugian bagi kita entah itu harta ataupun nyawa. Sambaran petir memang sudah sedari dulu mampu mengakibatkan kerugian bagi manusia dan juga peralatan-peralatan elektronik. Dengan semakin merajalelanya alat elektronik di dunia ini menjadikan jumlah kerusakan yang ditimbulkan oleh sambaran listrik semakin meningkat. Untuk itulah diperlukan penangkal petir atau lightning protection system. Namun pemilik harus mengetahui cara kerja penangkal petir.

Penangkal petir merupakan salah satu alat yang berfungsi untuk menyalurkan listrik yang bersumber dari sambaran petir ke tanah. Penangkal petir sangat disarankan untuk dipasang di gedung-gedung ataupun rumah yang tinggi supaya aliran listrik yang dibawa bersama dengan petir yang menyambar bumi bisa di jinakkan dan keselamatan manusia pun terjaga.

Nah, bagi anda yang masih belum tahu tentang bagaimana prinsip cara kerja penangkal petir, berikut ini kami akan memberikan informasi mengenai cara kerja penangkal petir secara singkat sehingga mampu menjinakkan petir.

Cara kerja penangkal petir konvensional atau biasa disebut dengan penangkal petir Faraday atau Franklin

Dua ilmuan bernama Faraday dan Frangklin telah berhasil menciptakan siystem penyalur arus listrik yang hampir sama yakni system arus listrik yang menghubungkan antara grounding dan bagian atas bangunan. Cara kerja penangkal petir konvensional ini adalah jika muatan listrik negatif pada bagian bawah sudah mulai tercukupi maka listrik yang bermuatan positif dari tanah akan segera tertarik. Dengan demikian muatan listrik akan segera merambat menuju ke atas melalui kabel konduktor dan akhirnya menuju ke batang penangkal petir. Cara kerja penangkal petir konvensional yang kedua bisa terjadi saat listrik bermuatan negatif berada dekat dengan atap, maka akan terjadi daya tarik menarik yang semakin kuat antara muatan positif dan negatif namun pada akhirnya muatan positif yang terdapat pada ujung penangkal petir mampu tertarik menuju muatan listrik negatif. Fungsi penangkal petir ini dapat menimbulkan pertemuan dua muatan listrik yang menghasilkan aliran listrik. Aliran listrik dari kedua muatan tersebut pada akhirnya mengalir ke dalam tanah sehinnga petir yang menyambar tidak akan merusak bangunan.

Cara kerja penangkal petir radioaktif

Dengan semakin bertambahanya para ilmuan di dunia ini menjadikan penelitian tentang penyebab terjadinya petir semakin lama semakin berkembang. dalam sebuah penelitian disimpulkan bahwa penyebab terjadinya petir adalah karena adanya muatan listrik di atas awan akibat proses ionisasi. Cara kerja penangkal petir jenis ini memanfaatkan zat beradiasi namun kemudian menjadi kontroversi hingga berujung kesepakatan untuk melarang pemakaian penangkal petir ini demi mengurangi zat beradiasi di lingkungan masyarakat.

Cara kerja penangkal petir elektrostatis

Cara kerja penangkal petir yang satu ini hampir mirip dengan cara kerja penangkal petir radioaktif, hanya saja penangkal petir elektrostatic ini menambah muatan diujung splitzer agar petir yang datang menyambar selalu mengarah ke ujung finial/ splitzer. Perbedaan yang paling mencolok pada cara kerja penangkal petir ini dengan cara kerja penangkal listrik radioaktif adalah penggunaan energi listrik yang berasal dari listrik awan yang muncul akibat induksi permukaan bumi sebagai pengganti zat beradiasi.

Demikian informasi mengenai cara kerja pasang penangkal petir pada bangunan yang bisa menjadi khasanah ilmu baru bagi anda para pembaca setia. Mencegah lebih baik dari pada mengobati, jadi akan lebih baik jika anda mengantisipasi bahaya sambaran petir sebelum benar-benar terjadi kerusakan-kerusakan yang merugikan kita.