Penangkal Petir Makin Murah Dan Mudah Dipasang. Ini Panduannya

Tahukah Anda? Petir mengandung tegangan listrik yang sangat besar. Jika tidak dikendalikan dengan baik, sambaran petir bisa mengancam nyawa manusia dan merusak lingkungan. Inilah alasan Anda butuh penangkal petir di hunian Anda.

Jika dulu penangkal petir kurang sulit didapat karena alasan biaya, kini tidak lagi. Penangkal petir sudah semakin terjangkau dan pemasangannya pun kian mudah.

Kalau Anda berencana memasang alat ini, ketahui dulu konsep penangkal petir, cara kerja penangkal petir, tipe penangkal petir, harga penangkal petir, hingga pemasangan penangkal petir konvensional. Yuk, disimak!

Konsep Penangkal Petir

Penangkal petir kerap ditemukan di gedung pencakar langit yang memang rentan terkena sambaran petir. (Foto: Pexels)

Penangkal petir kerap ditemukan di gedung pencakar langit yang memang rentan terkena sambaran petir. (Foto: Pexels)

Penangkal petir adalah perangkat sederhana berupa batang berbentuk tombak dari bahan logam yang runcing dan kabel. Ada 3 bagian komponen utama perangkat ini, yaitu splitzen atau batang penangkal petir, kawat konduktor, dan grounding atau tempat pembumian.

Rangkaian ini adalah jalur bagi arus listrik dari petir untuk diteruskan langsung ke permukaan bumi.

Alat penangkal petir digunakan di seluruh dunia sebagai sistem perlindungan petir dan dipasang di bagian atas dan tinggi

Tak heran jika penangkal petir sering ditemukan pada gedung pencakar langit karena bangunan bertingkat tinggi relatif dekat jaraknya dengan langit sehingga sangat rentan terhadap sambaran petir.

Cara Kerja Penangkal Petir

Cara kerja alat penangkal petir untuk menangkap muatan listrik pada atap bangunan rumah. (Foto: ecle.biz)

Dikutip dari How Stuff Works, fungsi perangkat ini sebenarnya bukan untuk mencegah datangnya petir yang menyambar benda-benda di bawah awan. Alat ini justru menangkap daya tarik-menarik muatan listrik yang berasal dari petir tersebut untuk disalurkan ke dalam tanah.

Pada saat terjadinya petir, dengan muatan listrik negatif di bawah awan sudah cukup banyak, maka muatan listrik positif pada tanah akan segera tertarik ke atas. Muatan listrik naik melalui kabel konduktor ke ujung batang penangkal petir.

Ketika muatan listrik negatif tersebut berada cukup dekat di atas atap, daya tarik-menarik antara keduanya semakin kuat. Muatan positif di ujung-ujung penangkal petir tersebut tertarik ke arah muatan negatif.

Pertemuan kedua muatan ini menghasilkan aliran listrik. Aliran listrik itu akan mengalir ke dalam tanah, melalui kabel konduktor, sehingga sambaran petir tidak langsung mengenai bangunan.

Namun, sambaran petir masih dapat terjadi melalui kawat jaringan listrik serta merusak alat-alat elektronik pada bangunan yang terhubung ke jaringan listrik tersebut. Hal ini juga dapat menyebabkan kebakaran atau ledakan.

Untuk mencegah kerusakan besar akibat jaringan listrik yang tersambar petir, biasanya di dalam bangunan juga dilengkapi dengan surge arrester atau alat penstabil arus listrik.

Tipe Penangkal Petir

Penangkal petir elektrostatis bekerja aktif untuk menangkap energi listrik dari petir.

Ada dua tipe penangkal petir, yaitu penangkal petir konvensional dan penangkal petir elektrostatis. Anda bisa mempelajari konsep keduanya di tabel berikut.

Penangkal Petir Konvensional Penangkal Petir Elektrostatis
– Perangkat sederhana yang lazimnya hanya menunggu datangnya petir untuk menyambar ujung penangkal petir. Prinsip kerjanya menangkap petir secara pasif.

– Berbentuk seperti tiang dan membutuhkan kabel konduktor. Karena bersifat pasif, bangunan dengan area yang luas kerap menggunakan beberapa penangkal petir sekaligus pada puncak atapnya.

– Bisa dipasang dan diaplikasikan di mana saja.

– Lebih ideal untuk bangunan dengan area sempit, seperti rumah tinggal.

– Menggunakan sistem E.S.E. (Early Streamer Emision) yang lebih aktif dalam menangkap petir. Perangkat ini memiliki satu elemen tambahan, yaitu head terminal yang berisi muatan listrik statis pada bagian ujung finial (splitzen).

– Head dapat menyimpan ion-ion positif dalam jumlah besar yang berasal dari dalam bumi. Ibarat magnet, head ini akan menarik ion-ion negatif yang ada di dalam awan sebelum ion-ion tersebut menghasilkan petir yang dahsyat.

– Alat dipasang tinggi untuk melindungi area yang lebih luas dan tidak membutuhkan kabel. Semakin tinggi head terminal dipasang, maka semakin luas jangkauan area yang dapat dilindungi.

– Bisa dipasang dan diaplikasikan di mana saja.

– Lebih ideal untuk bangunan dengan area luas, seperti rumah bertingkat, gedung pencakar langit, kawasan industri, dan perkebunan, karena bisa menjangkau radius lebih dari 50-150 m.

Jika Anda ingin memasang perangkat ini, manakah yang sesuai dengan kebutuhan Anda?

Harga Penangkal Petir

Ada perbedaan signifikan antara penangkal petir konvensional dan elektrostatis. Pilih yang sesuai kebutuhan. (Foto: Pexels)

Harga perangkat penangkal petir berikut ongkos pemasangannya bisa sangat bervariasi, tergantung kebutuhan masing-masing. Anda bisa membeli penangkal petir di toko-toko yang menjual alat-alat listrik atau memesannya melalui penyedia jasa instalasi penangkal petir.

Untuk membangun sebuah instalasi penangkal petir rumahan tentunya membutuhkan biaya yang tidak sedikit, terlebih jika Anda memilih tipe penangkal petir elektrostatis yang lebih praktis karena tidak memerlukan banyak splitzen dan jaringan kabel konduktor yang dipasang.

Paket instalasi penangkal petir elektrostatis paling murah dijual dengan kisaran harga sekitar 8-9 juta Rupiah untuk cakupan radius hingga 150 meter.

Untuk keperluan skala kecil, Anda bisa membeli dan memasang sendiri penangkal petir biasa atau konvensional dengan biaya yang lebih murah. Sepaket perangkat penangkal petir tipe konvensional dijual mulai 2-3 juta Rupiah termasuk biaya pemasangan.

Pemasangan Penangkal Petir Konvensional

Pemasangan penangkal petir tipe konvensional tergolong mudah. (Foto: Unsplash)

Dibanding tipe elektrostatis, penangkal petir konvensional tergolong mudah dipasang bahkan bisa dilakukan sendiri. Namun sebelum pemasangan, sebaiknya Anda berkonsultasi dulu dengan penjual alat tersebut serta membaca panduan instalasi yang benar.

Berikut langkah-langkah pemasangannya:

  1. Siapkan sistem grounding terlebih dulu, dengan melihat tata letak serta struktur tanah yang dimiliki. Tanam ground rod hingga mencapai kedalaman air tanah agar petir dapat tersalur ke dalam tanah.
  2. Buat sambungan jalur petir dengan kabel konduktor yang menghubungkan antara grounding dan Hindari pemasangan kabel berlekuk atau membentuk sudut runcing agar tidak terjadi loncatan muatan listrik saat terjadi petir.
  3. Tentukan posisi splitzen di bagian tertinggi dari bangunan, yaitu atap.
  4. Pastikan seluruh jaringan perangkat penangkal petir sudah terpasang dengan benar.

Sumber : https://www.rumah.com/panduan-properti/penangkal-petir-makin-murah-dan-mudah-dipasang-ini-panduannya-16175